Sebagai seller online, pertanyaan yang sering muncul adalah: Platform iklan mana yang lebih worth it? TikTok Ads dengan jangkauan viral-nya, atau Shopee Ads yang terintegrasi langsung dengan marketplace?
Dalam artikel ini, kita akan menganalisis ROI (Return on Investment) kedua platform berdasarkan data benchmark industri dan pengalaman seller Indonesia.
Disclaimer: Data dalam artikel ini merupakan benchmark umum dari berbagai sumber. Hasil aktual sangat bergantung pada produk, target audience, kualitas konten, dan strategi yang digunakan.
Sekilas Perbedaan Platform
TikTok Ads
- Fokus pada awareness dan discovery
- Format video yang engaging
- Jangkauan luas, termasuk non-TikTok Shop user
- Cocok untuk produk visual dan trending
- Butuh konten kreatif berkualitas
Shopee Ads
- Fokus pada konversi langsung
- Muncul di hasil pencarian Shopee
- User sudah dalam "buying mode"
- Lebih mudah dikelola
- Terbatas di ekosistem Shopee
Perbandingan Metrik Kunci
| Metrik | TikTok Ads | Shopee Ads |
|---|---|---|
| CPM (Cost per 1000 Impressions) | Rp 15.000 - Rp 50.000 | N/A (sistem bidding berbeda) |
| CPC (Cost per Click) | Rp 500 - Rp 2.000 | Rp 200 - Rp 1.500 |
| CTR (Click-Through Rate) | 1% - 3% | 2% - 5% |
| Conversion Rate | 1% - 3% | 3% - 8% |
| ROAS Rata-rata | 2x - 5x | 3x - 8x |
| Min. Budget Harian | Rp 20.000 | Rp 2.500 |
*Data benchmark berdasarkan survei seller Indonesia 2024-2025. ROAS = Return on Ad Spend.
Cara Menghitung ROI Iklan
Sebelum membandingkan, mari pahami cara menghitung ROI:
Contoh:
- Spend iklan: Rp 1.000.000
- Revenue dari iklan: Rp 4.000.000
- ROI = ((4.000.000 - 1.000.000) / 1.000.000) × 100% = 300%
Atau dalam bentuk ROAS (Return on Ad Spend):
ROAS 4x artinya setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan Rp 4 revenue.
Kapan Memilih TikTok Ads?
TikTok Ads lebih cocok untuk:
- Produk visual yang "Instagramable" - Fashion, beauty, home decor
- Produk yang butuh edukasi - Demonstrasi pemakaian bisa meningkatkan konversi
- Target audience Gen Z dan Millennial - Demografi utama TikTok
- Brand awareness campaign - Memperkenalkan brand baru
- Produk dengan margin tinggi - CPM relatif lebih mahal
Tips TikTok Ads: Konten yang terlihat "organik" dan tidak terlalu jualan cenderung perform lebih baik. Gunakan hook yang kuat di 3 detik pertama.
Kapan Memilih Shopee Ads?
Shopee Ads lebih cocok untuk:
- Produk dengan intent pembelian tinggi - User mencari keyword spesifik
- Produk commodity - Elektronik, keperluan rumah tangga, dll
- Budget terbatas - Minimum spend lebih rendah
- Fokus konversi langsung - Bukan awareness
- Seller pemula - Lebih mudah dikelola dan dipantau
Tips Shopee Ads: Fokus pada keyword dengan buying intent tinggi. Optimalkan foto dan deskripsi produk karena produk Anda bersaing langsung dengan kompetitor.
Studi Kasus Perbandingan
Produk: Skincare Set (Rp 250.000)
| Metrik | TikTok Ads | Shopee Ads |
|---|---|---|
| Budget 7 hari | Rp 700.000 | Rp 700.000 |
| Impressions | ~25.000 | ~5.000 |
| Clicks | ~500 | ~400 |
| Conversions | 8 orders | 20 orders |
| Revenue | Rp 2.000.000 | Rp 5.000.000 |
| ROAS | 2.86x | 7.14x |
Analisis: Dalam kasus ini, Shopee Ads menghasilkan ROAS lebih tinggi karena user sudah dalam "buying mode". Namun, TikTok Ads memberikan exposure lebih luas yang bisa berdampak pada brand awareness jangka panjang.
Strategi Kombinasi Terbaik
Banyak seller sukses menggunakan strategi kombinasi:
- TikTok Ads untuk awareness - Buat konten viral yang memperkenalkan brand/produk
- Shopee Ads untuk konversi - Capture demand yang sudah ada dari TikTok awareness
- Retargeting - User yang melihat konten TikTok tapi belum beli, di-retarget dengan Shopee Ads
Alokasi Budget Rekomendasi: Untuk seller yang baru mulai, alokasikan 70% budget ke Shopee Ads (konversi langsung) dan 30% ke TikTok Ads (awareness). Sesuaikan berdasarkan data performa.
Faktor yang Mempengaruhi ROI
- Kualitas konten: Terutama untuk TikTok, konten adalah segalanya
- Target audience: Semakin spesifik, semakin efisien
- Optimasi listing: Foto, judul, deskripsi produk harus optimal
- Harga kompetitif: Produk dengan harga tidak kompetitif akan struggle
- Review dan rating: Produk dengan rating tinggi konversi lebih baik
- Timing: Campaign saat harbolnas/payday cenderung lebih efektif
Kesimpulan
| Kriteria | Pemenang |
|---|---|
| ROAS/ROI langsung | Shopee Ads |
| Brand awareness | TikTok Ads |
| Budget minimum | Shopee Ads |
| Jangkauan audience | TikTok Ads |
| Kemudahan pengelolaan | Shopee Ads |
| Produk visual/kreatif | TikTok Ads |
Tidak ada jawaban absolut mana yang lebih baik. Pilihan terbaik tergantung pada goals, budget, jenis produk, dan kemampuan Anda dalam membuat konten.
Yang paling penting adalah: ukur dan evaluasi terus-menerus. Track ROAS setiap campaign, identifikasi yang perform baik, dan alokasikan budget ke channel yang menghasilkan.
Lacak Profit Setiap Produk dari Iklan Anda
RekapCepat.id membantu Anda melihat profit per produk sehingga Anda tahu mana yang worth di-iklankan.