Pernah mengalami komplain dari pembeli karena produk rusak saat pengiriman? Atau sebaliknya, ongkir membengkak karena packing terlalu besar padahal produknya ringan? Kedua masalah ini sangat umum dialami seller online.
Dalam panduan ini, kami akan bagikan strategi packing yang seimbang: cukup aman untuk melindungi produk, tapi cukup efisien untuk menekan biaya ongkir. Mari kita mulai!
Mengenal Perhitungan Ongkir di Indonesia
Sebelum membahas teknik packing, Anda harus paham dulu bagaimana ekspedisi menghitung biaya pengiriman. Ada dua konsep penting:
1. Berat Aktual vs Berat Volumetrik
- Berat Aktual – Berat sebenarnya produk + kemasan (dalam kg)
- Berat Volumetrik – Perhitungan berdasarkan dimensi paket
Ekspedisi akan menggunakan angka yang lebih besar sebagai dasar perhitungan ongkir. Inilah mengapa produk ringan tapi dikemas dalam kardus besar bisa kena ongkir mahal!
Rumus Berat Volumetrik:
*Ukuran dalam centimeter (cm)
2. Aturan Pembulatan Berat di Indonesia
Ekspedisi seperti JNE, J&T, dan SiCepat menerapkan sistem pembulatan berat yang perlu Anda pahami:
- 0 – 1.300 gram → dibulatkan menjadi 1 kg
- 1.301 – 2.300 gram → dibulatkan menjadi 2 kg
- 2.301 – 3.300 gram → dibulatkan menjadi 3 kg
- ...dan seterusnya dengan pola yang sama
Artinya: Paket dengan berat 1.29 kg masih dihitung 1 kg, tapi paket 1.31 kg sudah dihitung 2 kg. Selisih 20 gram bisa berarti ongkir naik 1 tingkat!
Contoh Perhitungan Nyata
Misalnya Anda mengirim boneka plush dengan berat aktual 400 gram, dikemas dalam kardus ukuran 40 x 30 x 20 cm:
- Berat Aktual: 0.4 kg → dibulatkan jadi 1 kg
- Berat Volumetrik: (40 x 30 x 20) : 6000 = 4 kg
- Berat yang Dicharge: 4 kg (diambil yang lebih besar)
Hasil: Anda dikenakan ongkir untuk 4 kg, padahal produknya hanya 0.4 kg! Jika ongkir per kg Rp 10.000, Anda bayar Rp 40.000 bukan Rp 10.000. Ini contoh packing yang tidak efisien.
Material Packing yang Tepat Berdasarkan Jenis Produk
Tidak semua produk butuh packing yang sama. Berikut rekomendasi material berdasarkan jenis produk:
| Jenis Produk | Material Rekomendasi | Tips Tambahan |
|---|---|---|
| Produk Fragile (keramik, kaca) | Bubble wrap tebal + kardus double wall | Lapisi 2-3 lapis bubble wrap, tambahkan void fill |
| Elektronik | Foam + anti-static bag + kardus | Hindari bubble wrap langsung menyentuh komponen |
| Fashion/Tekstil | Polybag atau plastik vakum | Tidak perlu kardus jika tidak ada bagian fragile |
| Makanan Kering | Standing pouch + kardus tipis | Pastikan seal rapat, tambahkan silica gel |
| Kosmetik | Bubble wrap + sekat karton + kardus | Perhatikan suhu dan kebocoran |
| Aksesoris Kecil | Zip lock + amplop bubble | Hemat dimensi, tetap aman |
Strategi Hemat Biaya Packing
Harga packaging bisa turun 30-50% jika beli dalam jumlah besar. Berikut perbandingan harga di marketplace (per Desember 2025):
- Bubble wrap 40cm x 50m grosir: ~Rp 40.000/roll → Rp 800/meter
- Bubble wrap 60cm x 50m grosir: ~Rp 60.000/roll → Rp 1.200/meter
- Bubble wrap 125cm x 50m grosir: ~Rp 95.000/roll → Rp 760/meter (lebar 3x!)
- Kardus satuan: Rp 2.500-4.000/pcs
- Kardus grosir 50+ pcs: Rp 1.200-2.000/pcs
Jika ada produk yang sering Anda kirim, investasi pada custom box dengan ukuran pas. Ini mengurangi void fill yang dibutuhkan dan menekan berat volumetrik.
Tidak harus selalu pakai bubble wrap untuk pengisi ruang kosong:
- Kertas koran bekas (gratis!)
- Shredded paper dari dokumen lama
- Plastik udara (air cushion) – ringan dan murah
- Packing peanut foam (bisa reuse)
Kardus bekas boleh digunakan ulang, TAPI dengan syarat:
- Masih kuat dan tidak penyok
- Tutup semua label dan barcode lama
- Bersih dari noda atau bau
- Jangan untuk produk premium atau hadiah
- Jangan jika rusak di sudut atau lipatan
Teknik Packing yang Benar
1. Prinsip Lapisan Ganda
Packing yang baik memiliki dua lapisan perlindungan:
- Lapisan Dalam: Proteksi langsung ke produk (bubble wrap, foam, plastik)
- Lapisan Luar: Proteksi dari benturan selama pengiriman (kardus, amplop)
2. Cara Tape yang Efektif
- Gunakan metode "H-taping" untuk kardus – tape di tengah dan kedua ujung
- Gunakan packing tape (bening/coklat), bukan lakban kertas biasa
- Pastikan semua celah tertutup rapat
3. Soal Label FRAGILE
Apakah stiker "FRAGILE" atau "THIS SIDE UP" benar-benar dipatuhi kurir? Jujur saja, tidak selalu. Jadi jangan mengandalkan label ini. Pastikan packing Anda cukup kuat meskipun paket dilempar atau terbalik.
Tips Pro: Untuk produk sangat fragile, gunakan "box in box" technique – masukkan produk dalam kardus kecil, lalu masukkan lagi ke kardus lebih besar dengan void fill di antaranya.
Kesalahan Packing yang Sering Dilakukan
- Kardus Terlalu Besar – Ongkir mahal karena berat volumetrik tinggi
- Bubble Wrap Terlalu Tipis – Hanya 1 lapis untuk produk fragile, tidak cukup!
- Tidak Ada Void Fill – Produk goyang dan bergeser selama pengiriman
- Over-Packing – Menggunakan 10 lapis bubble wrap padahal produk tidak fragile
- Mengabaikan Sudut – Sudut kardus paling rawan benturan, tapi sering diabaikan
Studi Kasus: Penghematan Nyata
Mari kita lihat contoh nyata bagaimana packing yang tepat bisa menghemat biaya:
| Sebelum (Tidak Optimal) | Sesudah (Optimal) | |
|---|---|---|
| Produk | Tumbler + Box Gift | Tumbler + Box Gift |
| Kemasan | Kardus 30x25x20 cm | Kardus 20x12x12 cm (custom) |
| Berat Aktual | 600 gram | 500 gram |
| Berat Volumetrik | (30x25x20):6000 = 2.5 kg | (20x12x12):6000 = 0.48 kg |
| Berat Dicharge | 3 kg (2.5kg dibulatkan ke atas) | 1 kg (0.5kg masih di bawah 1.3kg) |
| Ongkir (JKT-SBY) | Rp 30.000 (3kg x Rp 10.000) | Rp 10.000 (1kg x Rp 10.000) |
| Hemat per Paket | Rp 20.000 | |
Jika kirim 100 paket/bulan: Penghematan = Rp 2.000.000/bulan atau Rp 24 juta/tahun hanya dari optimasi packing!
Sudah Hemat di Packing? Cek Margin Profit Anda!
Pastikan semua biaya termasuk ongkir dan packaging sudah terhitung dalam analisis profit toko Anda.
Kesimpulan
Packing yang baik adalah keseimbangan antara keamanan produk dan efisiensi biaya. Ingat poin-poin penting berikut:
- Pahami konsep berat volumetrik dan aturan pembulatan (di atas 1.3kg = 2kg)
- Pilih material sesuai jenis produk – tidak semua produk butuh packing super tebal
- Beli packaging grosir untuk penghematan jangka panjang
- Investasi pada custom box untuk produk best seller
- Gunakan teknik packing yang benar: lapisan ganda, H-taping, void fill yang cukup
Dengan optimasi packing, Anda bisa mengurangi komplain kerusakan sekaligus menekan biaya operasional. Dua manfaat sekaligus!