Menemukan produk yang tepat untuk dijual di marketplace adalah salah satu tantangan terbesar bagi seller. Salah pilih produk bisa berujung pada stok menumpuk dan modal terjebak. Untungnya, ada tool gratis dari Google yang bisa membantu Anda melakukan riset produk dengan data yang akurat: Google Trends.
Artikel ini akan memandu Anda step-by-step cara menggunakan Google Trends untuk riset produk di marketplace Indonesia, dari cara akses hingga interpretasi data untuk pengambilan keputusan bisnis.
Apa Itu Google Trends?
Google Trends adalah tool gratis dari Google yang menampilkan data popularitas kata kunci pencarian di Google dan YouTube. Tool ini menyediakan grafik yang menunjukkan naik-turunnya minat pencarian suatu topik dari waktu ke waktu.
Untuk seller marketplace, Google Trends berguna untuk:
- Mengidentifikasi produk yang sedang naik daun
- Mengetahui pola musiman suatu produk
- Membandingkan minat terhadap beberapa produk
- Menemukan wilayah dengan demand tertinggi
- Mencari ide keyword untuk judul produk
Cara Mengakses Google Trends
Kunjungi trends.google.com melalui browser Anda. Tidak perlu login akun Google untuk menggunakan fitur dasarnya.
Di pojok kanan atas, pastikan lokasi sudah diatur ke "Indonesia". Ini penting agar data yang Anda lihat relevan dengan pasar Indonesia.
Di kolom pencarian utama, ketikkan nama produk atau kategori yang ingin Anda riset. Misalnya: "sepatu sneakers", "skincare korea", atau "powerbank".
Cara Membaca Grafik Tren
Setelah memasukkan kata kunci, Anda akan melihat grafik garis yang menunjukkan interest over time (minat dari waktu ke waktu). Berikut cara membacanya:
Angka 0-100
Skala pada grafik bukan jumlah pencarian absolut, melainkan indeks relatif dari 0 hingga 100. Nilai 100 menunjukkan titik tertinggi popularitas dalam periode yang dipilih.
Pola yang Perlu Diperhatikan
- Tren naik konsisten: Produk sedang growing, bagus untuk dimasuki
- Tren turun konsisten: Produk mungkin sudah decline, hati-hati
- Pola zigzag musiman: Produk seasonal, perlu timing yang tepat
- Spike tajam: Viral sesaat, bisa cepat meredup
Tips: Gunakan rentang waktu "12 bulan terakhir" untuk melihat pola tahunan, atau "5 tahun terakhir" untuk melihat tren jangka panjang.
Menggunakan Fitur Perbandingan
Salah satu fitur paling powerful di Google Trends adalah kemampuan membandingkan hingga 5 kata kunci sekaligus. Fitur ini sangat berguna untuk:
- Membandingkan beberapa opsi produk yang sedang Anda pertimbangkan
- Melihat mana varian produk yang lebih populer
- Menganalisis kompetitor atau produk substitusi
Contoh Penggunaan
Anda ingin jualan case HP tapi bingung produk mana yang lebih laku. Bandingkan:
- "case iphone 15"
- "case samsung s24"
- "case xiaomi 14"
Dari grafik perbandingan, Anda bisa melihat mana yang demand-nya lebih tinggi di Indonesia.
Analisis Minat Berdasarkan Wilayah
Di bawah grafik utama, terdapat peta yang menunjukkan interest by subregion. Data ini menampilkan provinsi atau kota mana yang paling banyak mencari produk tersebut.
Manfaat data wilayah untuk seller:
- Targeting iklan: Fokuskan budget iklan di wilayah dengan demand tinggi
- Estimasi ongkir: Jika banyak demand dari luar Jawa, siapkan strategi ongkir
- Stok warehouse: Pertimbangkan gudang di lokasi demand tertinggi
Menemukan Ide dari Kueri Terkait
Di bagian bawah halaman, Google Trends menampilkan dua data penting:
1. Topik Terkait (Related Topics)
Menunjukkan topik atau kategori yang berhubungan dengan keyword Anda. Ini bisa jadi inspirasi untuk ekspansi produk atau bundling.
2. Kueri Terkait (Related Queries)
Menampilkan keyword spesifik yang sering dicari bersamaan. Data ini sangat berharga untuk:
- Menemukan long-tail keyword untuk judul produk
- Mengidentifikasi varian produk yang dicari
- Memahami kebutuhan spesifik pembeli
Contoh: Jika Anda riset "jam tangan", kueri terkait mungkin menampilkan "jam tangan pria casio original" atau "jam tangan wanita anti air". Ini bisa jadi ide untuk produk atau keyword judul.
Mengidentifikasi Produk Musiman
Beberapa produk memiliki pola musiman yang jelas. Mengetahui pola ini membantu Anda:
- Kapan harus stock up sebelum peak season
- Kapan harus clearing stock dengan diskon
- Kapan waktu terbaik untuk launch produk baru
Contoh Produk Musiman di Indonesia
- Baju gamis/mukena: Naik drastis menjelang Ramadan dan Lebaran
- Payung: Peak di musim hujan (Oktober-Maret)
- Alat tulis sekolah: Naik di Juni-Juli sebelum tahun ajaran baru
- Dekorasi natal: Peak di November-Desember
- Kado/gift: Naik di akhir tahun dan Valentine
Tips Riset Produk dengan Google Trends
- Jangan hanya lihat tren sesaat. Produk viral 1-2 bulan belum tentu sustainable. Lihat minimal data 1 tahun.
- Kombinasikan dengan data marketplace. Google Trends menunjukkan interest, tapi cek juga sudah berapa seller yang jualan produk tersebut.
- Perhatikan seasonality. Jangan beli stok besar di akhir peak season.
- Gunakan variasi keyword. Coba beberapa versi penulisan (misal: "powerbank" vs "power bank").
- Cek juga YouTube Search. Di dropdown filter, pilih "YouTube Search" untuk melihat tren pencarian di YouTube, bisa jadi indikator produk yang sedang viral.
Sudah Menemukan Produk Potensial?
Setelah riset dengan Google Trends, pastikan Anda memantau profit setiap produk yang dijual dengan akurat.
Kesimpulan
Google Trends adalah tool gratis yang sangat powerful untuk riset produk marketplace. Dengan memahami cara membaca grafik tren, menggunakan fitur perbandingan, dan menganalisis data wilayah serta kueri terkait, Anda bisa membuat keputusan yang lebih data-driven dalam memilih produk.
Ingat bahwa Google Trends sebaiknya digunakan sebagai salah satu input dalam proses riset, bukan satu-satunya. Kombinasikan dengan riset di marketplace (kompetitor, harga, review) untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap sebelum memutuskan stok produk baru.
Selamat bereksperimen dengan Google Trends, dan semoga bisnis marketplace Anda semakin berkembang!