GMV Max digadang-gadang sebagai "solusi ajaib" untuk iklan TikTok Shop. Cukup set budget dan ROI target, sisanya biarkan AI yang bekerja. Kedengarannya mudah, kan?
Kenyataannya? Banyak seller justru boncos setelah pakai GMV Max. Bukan karena sistemnya jelek, tapi karena salah cara pakainya.
Penting: GMV Max Akan Menjadi Wajib!
Mulai Juli 2025, GMV Max akan menjadi satu-satunya jenis kampanye iklan di TikTok Shop. Iklan lama seperti Product Shopping Ads, Video Shopping Ads, dan LIVE Shopping Ads tidak akan lagi didukung.
Artinya: Anda HARUS menguasai GMV Max. Artikel ini akan membantu Anda menghindari kesalahan fatal yang banyak seller lakukan.
Apa Itu GMV Max?
GMV Max adalah sistem periklanan otomatis berbasis AI dari TikTok yang dirancang untuk memaksimalkan Gross Merchandise Value (GMV) toko Anda.
Cara kerjanya:
- Anda set target ROI yang diinginkan (contoh: 3x)
- Anda set budget harian (contoh: Rp 500.000/hari)
- AI secara otomatis mengambil semua konten (video organik, video afiliasi, kartu produk)
- AI memutuskan: produk mana yang didorong, kapan iklan tayang, siapa audiensnya
- Iklan tampil di feed TikTok, pencarian, Tab TikTok Shop, dan Pangle
Ada dua jenis GMV Max:
- Product GMV Max — untuk penjualan produk via video dan kartu produk
- LIVE GMV Max — untuk mendorong traffic dan penjualan saat live shopping
Kedengarannya sempurna? Tunggu dulu. Berikut 5 kesalahan yang membuat seller boncos:
Kesalahan #1: Set Target ROI Terlalu Tinggi di Awal
Masalah
"Saya mau untung besar, jadi saya set target ROI 8x di awal."
Hasilnya? Iklan jarang tayang, budget tidak terpakai, dan kampanye stuck di learning phase selamanya.
Kenapa Ini Salah?
GMV Max butuh data untuk belajar. Semakin tinggi target ROI, semakin selektif AI dalam menayangkan iklan. Kalau terlalu selektif, iklan jarang tayang → data sedikit → AI tidak bisa belajar → performa jelek.
• Seller A: Set ROI target 8x → 2 minggu cuma spend Rp 50k/hari → learning phase gagal
• Seller B: Mulai ROI target 2.5x → spend Rp 500k/hari → setelah 2 minggu naikkan ke 4x → performa stabil
Solusi
- Mulai dengan target ROI rendah (2-3x) di 2 minggu pertama
- Biarkan AI mengumpulkan data dan keluar dari learning phase
- Setelah performa stabil, naikkan target ROI bertahap (0.5x setiap minggu)
- Jangan langsung loncat dari 3x ke 8x!
Kesalahan #2: Tidak Menyiapkan Konten Video yang Cukup
Masalah
"Saya baru punya 3 video produk, tapi sudah mulai GMV Max."
Hasilnya? AI tidak punya bahan untuk di-optimize. Tidak ada variasi untuk ditest. Performa mentok.
Kenapa Ini Salah?
GMV Max bekerja dengan mengambil semua konten yang tersedia (organik + afiliasi) dan menguji mana yang paling efektif. Kalau konten sedikit, AI tidak bisa menemukan "pemenang".
Solusi
- Siapkan minimal 10-20 video sebelum mulai GMV Max
- Buat variasi: hook berbeda, angle berbeda, durasi berbeda
- Aktifkan program afiliasi untuk dapat konten dari kreator
- Video afiliasi juga bisa dipakai GMV Max secara otomatis
- Update konten secara berkala — jangan pakai video yang sama berbulan-bulan
Tips: Prioritaskan membuat video untuk produk yang marginnya tinggi. Jangan buang resource untuk produk margin tipis.
Kesalahan #3: Tidak Tracking Profit per Produk (Hanya Lihat GMV)
Masalah
"GMV naik 50% bulan ini! Tapi kok profit justru turun ya?"
Ini adalah kesalahan PALING BERBAHAYA. Banyak seller senang lihat GMV naik, padahal profit sebenarnya turun drastis.
Kenapa Ini Terjadi?
GMV Max mendorong SEMUA produk yang ada di toko Anda. Termasuk produk dengan margin tipis atau bahkan produk yang rugi setelah dikurangi fee dan biaya iklan.
• GMV bulan ini: Rp 50 juta (naik 30% dari bulan lalu)
• Tapi 60% GMV berasal dari produk margin 5%
• Setelah dikurangi fee platform (15%) + affiliate (10%) + biaya iklan...
• Profit justru TURUN dibanding bulan lalu
Solusi
- Track profit per produk, bukan hanya total GMV
- Identifikasi produk "GMV tinggi tapi profit rendah"
- Pertimbangkan exclude produk tersebut dari GMV Max
- Fokuskan budget ke produk dengan margin sehat (>25%)
- Gunakan tools seperti RekapCepat untuk breakdown profit per SKU
Mau Tahu Profit Sebenarnya dari GMV Max?
GMV naik belum tentu profit naik. Upload data settlement ke RekapCepat untuk breakdown profit per produk!
Kesalahan #4: Tidak Pakai Fitur ROI Protection dengan Benar
Masalah
"Saya tidak tahu ada fitur ROI Protection." atau "Saya sudah aktifkan, tapi tidak pernah dapat kredit."
Apa Itu ROI Protection?
ROI Protection adalah fitur GMV Max yang memberikan kredit iklan jika target ROI tidak tercapai. Ini semacam "safety net" dari TikTok.
Tapi banyak seller tidak memanfaatkannya dengan benar:
- Tidak mengaktifkan fitur ini
- Tidak memahami syarat & ketentuan klaim
- Tidak memonitor apakah berhak dapat kredit
Solusi
- Aktifkan ROI Protection di setiap kampanye GMV Max
- Pahami syarat klaim: minimum spend, periode tertentu, jenis produk
- Monitor dashboard GMV Max secara berkala
- Jika ROI tidak tercapai, pastikan Anda klaim kredit yang menjadi hak Anda
Peringatan: ROI Protection bukan berarti Anda pasti tidak rugi. Kredit iklan hanya diberikan dalam kondisi tertentu. Tetap monitor performa secara aktif!
Kesalahan #5: Set & Forget — Tidak Optimize Secara Berkala
Masalah
"Kan iklannya otomatis. Tinggal set, terus duduk manis menunggu cuan."
Ini mindset yang SALAH BESAR.
Kenapa Ini Salah?
Otomatis ≠ tidak perlu dimonitor. GMV Max memang mengotomatiskan banyak hal, tapi ada keputusan strategis yang tetap di tangan seller:
- Video mana yang perform dan mana yang tidak?
- Produk mana yang didorong AI (dan apakah profitabel)?
- Bagaimana trend ROI mingguan?
- Apakah budget vs actual spend sesuai ekspektasi?
Solusi
- Review performa mingguan (minimal!)
- Pause video yang tidak perform (CTR rendah, tidak menghasilkan konversi)
- Adjust budget berdasarkan profit, bukan GMV
- Tambah konten baru secara berkala
- Eksperimen dengan target ROI — naikkan bertahap jika performa bagus
Analogi: GMV Max itu seperti autopilot pesawat. Pilot tetap harus di kokpit, memantau instrumen, dan siap mengambil alih kalau ada masalah. Bukan berarti pilot bisa tidur!
Checklist: Sebelum & Sesudah Pakai GMV Max
Sebelum Mulai GMV Max
- Siapkan minimal 10-20 video produk
- Aktifkan program afiliasi untuk dapat konten kreator
- Set target ROI realistis (mulai 2-3x)
- Aktifkan fitur ROI Protection
- Hitung margin per produk — tahu mana yang profitable
- Pastikan stok cukup untuk produk yang akan didorong
Review Mingguan GMV Max
- Cek video mana yang perform (CTR, CVR, konversi)
- Review profit per produk (bukan hanya GMV)
- Adjust target ROI jika perlu
- Monitor budget vs actual spend
- Pause konten yang tidak perform
- Tambah konten baru jika perlu
Kesimpulan
GMV Max bukan "magic bullet" — tetap butuh strategi dan monitoring. Berikut ringkasan 5 kesalahan yang harus dihindari:
- Set ROI terlalu tinggi di awal → Mulai rendah, naikkan bertahap
- Konten video terlalu sedikit → Siapkan minimal 10-20 video + afiliasi
- Fokus GMV, lupa profit → Track profit per produk, bukan hanya GMV
- Tidak pakai ROI Protection → Aktifkan dan pahami syaratnya
- Set & forget → Review dan optimize minimal mingguan
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda bisa memaksimalkan potensi GMV Max tanpa bikin kantong boncos. Selamat beriklan!